Penerangan Rumah
By admin • Jun 25th, 2008 • Category: ArtikelOleh : Ir. Herman Endro
Dimana yang lalu, pendekatan terhadap penerangan rumah adalah untuk menerima saja titik penerangan berapa lampu yang digantung ditengah, dan kemudian timbul pencahayaan dimana titik penerangan tambahan, bila memang ada dimana harus ditempatkan. Untuk masa kini, kemungkinan besar adalah sebaliknya yang berlaku : pertama kita penuhi terlebih dahulu kebutuhan setempat / local, kemudian timbul pertanyaan apakah masih diinginkan tambahan lagi.
Walau dapat diterima bahwa penerangan rumah selalu akan merupakan suatu sector dimana selera pribadi akan memegang peran yang dominan, namun ada beberapa petunjuk berharga yang dapat diberikan mengenai hal.
1.1 Zona Lalu – Lintas
“Zona Lalu – Lintas” didalam dan sekitar rumah terdiri atas berbagai pintu, ruang masuk, portal, gang dan tangga. Dari segi penerangan, zona – zona ini memerlukan perhatian khusus, karena disinilah banyak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh penerangan yang tidak baik. Masalahnya adalah untuk memberikan penerangan yang cukup tanpa sinar yang menyilaukan dan dengan efek bayangan yang benar.
Di ruang masuk suasana yang mengundang juga sangat penting. Pada umumnya adalah lebih efektif untuk memberikan penerangan kepada benda – benda khusus (lukisan, permadani, patung) daripada penerangan secara umum secara menyeluruh.
1.2 Ruang Dalam Utama
1.2.1 Ruang Keluarga
Tidak ada ruangan lain dalam rumah yang dapat disamakan dengan ruang keluarga dari segi jumlah dan keragaman kegiatan yang dilakukan didalamnya.
Berbincang, membaca, dan menonton televise merupakan yang utama, namun menulis dan, tentu saja makan dapat juga dilakukan dalam ruangan yang sama. Dalam kenyataannya ruang keluarga merupakan jantung dari rumah dan ini merupakan alasan yang cukup untuk memberinya penerangan yang baik.
Berhubung penggunaannya yang beragam, tema penerangan adalah fleksibelitas yang digabung dengan estetika. Harus ada titik penerangan untuk semua keperluan, dan harus dimungkinkan untuk menggunakan semuanya, atau beberapa saja, pada saat yang sama, pada tingkat cahaya dan intensitas yang dikehendaki sesuai dengan kebutuhan saat itu.
a. Penerangan Orientasi (ambient)
Luminer tunggal yang dipasang di langit – langit dapat memberikan penerangan lingkungan yang diperlukan. Akan tetapi ini jangan menjadi satu – satunya penerangan dalam ruangan. Hal ini disebabkan karena mata selalu tertarik kepada titik yang paling terang dan bila ini terdapat di tengah – tengah ruangan, maka ruangan akan dirasakan sebagai berada ‘disekitar pusat ini’ dank arena itu dirasakan sebagai lebih kecil. Selain itu, karena semua dinding akan mempunyai keterangann yang sama, volume ruangan akan kurang dapat digambarkan oleh penerangan jenis ini.
b. Membaca
Membaca memerlukan tingkat penerangan yang relative tinggi, tingkat penerangan yang tepat tergantung dari usia si pembaca. Secara umum, 400 lux harus dianggap sebagai suatu tingkat minimum untuk tugas visual ini (buku, majalah dlsb).
Lampu lantai atau lampu berdiri tradisional dengan segala kesederhanaanya adalah cara yang sangat baik (Gambar 5). Lampu ini memberikan sinar yang berlimpah ke atas (penerangan ambient) dan memungkinkan membaca dengan nyaman dan pada jarak dekat. Tetapi lampu hemat energi dapat juga digunakan : umpanya luminer dwiguna dengan lampu PL9W atau 11 W untuk lampu baca yang sebenarnya, dikombinasikan dengan lampu pijar (halogen berujung ganda) atau lampu PL 11 untuk memberikan penerangan ke atas (ambient), akan memberikan hasil yang sangat baik.
Kegiatan seperti merajut dan menyulam memerlukan kurang lebih penerangan yang sama dengan yang disebutkan diatas, namun sebaiknya dengan intensitas sedikit lebih terang.
Menulis
Menulis, baik itu dilakukan di ruang keluarga ataupun ditempat lain, memerlukan penerangan local yang cukup. Namun disinipun suatu cara penerangan ambient juga harus ada. Luminer yang memberikan penerangan local harus relative besar : bayangan akan menjadi kecil dan kontur lebih lembut.
Lampu pijar baik digunakan untuk membaca (bukan lampu reflector), tetapi lampu PL 11W merupakan yang sempurna : sinar lembut yang banyak dari sumber dengan ukuran yang tepat untuk tugasnya.
Berbincang (sudut untuk duduk)
Berbincang merupakan salah satu kegiatan utama dalam ruang duduk. Karena itu penerangan harus dapat membantu untuk mengadakan kontak mata serta dapat menggambarkan bentuk wajah secara menyenangkan.
Penerangan ambient yang baik biasanya sudah mencukupi untuk memungkinkan kontak mata. Tetapi adanya kebutuhan untuk dapat menggambarkan bentuk wajah, berarti bahwa penerangan harus berasal dari lebih dari satu arah. Beberapa lampu berdiri atau lampu meja ataupun lampu gantung yang dilengkapi dengan tirai penyebaran, akan dapat memberikan keharmonisan penerangan untuk suatu sudut duduk.
Dengan menggunakan dimmer, tingkat penerangan umum dapat dengan mudah disesuaikan untuk menciptakan suasana atau kesan yang diinginkan.
Menonton Televisi
Menonton televise dalam kegelapan sangat melelahkan untuk mata. Karena itu sebuah luminer ditempatkan diatas atau berdekatan dengan pesawat televise, atau dapat juga pada daerah dinding disekitarnya diberikan penerangan, umpamanya dengan menyinari sebuah lukisan.
Kontak Keluar Rumah
Mereka yang beruntung karena memiliki ruang duduk yang berpandangan ke kebun, dapat memanfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan ukuran visual ruangan. Pada malam hari jendela kebun berlaku sebagai cermin yang gelap, dan ruang dalam yang terang terpantul dipermukaannya. Menerangi kebun akan menarik mata kea rah titik terang yang jauh dan memberikan kesan bertambah luasnya ruangan, walaupun terdapat gorden jarring yang menutup jendela. (Gambar 6)
1.2.2 Ruang Makan / Daerah Tempat Makan
Banyak rumah (mungkin sebagian terbesar rumah) tidak memiliki ruang makan tersendiri, tetapi berupa daerah tempat makan yang merupakan bagian dari ruang keluarga. Pendekatan untuk penerangannya adalah sama untuk keduanya.
Rasa keakraban dapat lebih ditekankan dengan mengkonsentrasikan cahaya ke meja makan dan tidak menyebarkan cahaya secara merata ke seluruh ruangan atau tempat. Tetapi wajah yang duduk sekeliling meja harus juga termasuk Luminer tunggal yang digantung diatas meja merupakan solusi yang lazim, walaupun untuk meja yang besar dapat digunakan dua atau tiga luminer kecil yang sejenis. Diutamakan penggunaan luminer dengan kap dari gelas atau kain yang memancarkan sejumlah cahaya ke wajah.
Pemasangan dimmer berguna untuk memungkinkan pengaturan tingkat penerangan agar sesuai dengan kebutuhan, ataupun sekedar untuk membiarkan meja atau sudut tetap terang sekalipun tidak dipakai, sebagai bagian diri “pemandangan” dalam ruang keluarga.
1.2.3 Dapur
Dapur sebenarnya merupakan semacam bengkel dank arena itu memerlukan penerangan umum yang nyaris tanpa bayangan. Cahaya harus sampai kesemua permukaan, tidak hanya permukaan kerja horizontal tetapi juga yang vertical untuk memudahkan mencari sesuatu di dalam almari.
Penerangan local tambahan mungkin diperlukan untuk menerangi bayangan yang ditimbukan oleh almari dan/atau oleh penghuni dapur yang sedang berdiri pada tempat kerja.
Penerangan, baik yang umum maupun yang local, haruslah sedemikian rupa sehingga mudah untuk melihat perbedaan warna yang kecil sekalipun dari makanan. Dengan sendirinya ini berarti bahwa semua lampu harus mempunyai Index Penggambaran Warna (colour rendering index) yang tinggi (Ra : 80). Bersamaan dengan itu penampilan warna yang dihasilkan oleh penerangan harus sesuai dengan bagian yang lainnya dari rumah.
Untuk meja atau sudut makan pagi, yang sekarang sudah umum ada di banyak dapur yang luas, sebuah luminer dengan tombol tersendiri adalah tepat untuk digunakan.
1.2.4 Kamar Tidur
a. Kamar Tidur Utama
Disamping penerangan umum, peneranga local juga diperlukan untuk memberikan penerangan yang cukup di meja rias dan untuk membaca di tempat tidur.
Meja rias sebaiknya diterangi oleh buah panel bercahaya rendah yang dipasang vertical, masing – masing sebuah pada setiap sisi cermin.
Penarangan yang baik untuk bagian kepala dari tempat tidur dapat diberikan oleh luminer kembar yang terpasang di dinding dengan penyebaran cahaya tingkat menengah, dan masing – masing diberi pengatur dan tombol untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan individual.
b. Kamar Tidur Anak – Anak
Anak – anak menyukai penerangan yang terang, penerangan redup yang disukai orang dewasa karena menenangkan, mungkin akan menakutkan untuk anak yang masih kecil. Akan tetapi bayangan yang tajam dan panjang serta lampu yang silau dan tanpa kap lampu haruslah dihindari.
Untuk kamar anak remaja, spotlight yang dapat diatur yang dipasang pada ril daya (power track) dikombinasikan dengan spotlight dengan jepitan dan dapat diatur yang dapat dipasang dimana saja dalam kamar, memberikan fleksibilitas penerangan yang baik.
Kamar Tamu
Walaupun suatu pendekatan yang lebih langsung dapat digunakan untuk penerangan, kamar tamu pada dasarnya adalah sama dengan kamar tidur utama. Penerangan yang menyenangkan serta direncanakan dengan baik akan dihargai oleh para tamu dan membuat mereka menjadi betah.
Kamar mandi
Kebutuhan utama untuk kamar mandi adalah penerangan umum yang baik untuk keseluruhan bagian dalam serta penerangan local.
Penerangan umum harus cukup kuat untuk dapat menembus tirai shower. Penerangan dapat diberikan oleh sebuah luminer terpisah yang terpasang pada langit – langit (diluar jangkauan orang yang berdiri di tempat mandi), namun penerangan umum yang mencukupi biasanya diberikan oleh penerangan local pada cermin diatas wastafel. Penerangan ini harus mengarah ke depan, kearah orangnya dan tidak ke cermin. Penerangan harus sedapat mungkin bebas bayangan, yang berarti bahwa yang digunakan adalah luminer dengan permukaan luas, dan sebaiknya dipasang vertical pada kedua sisi cermin.
Peraturan Keamanan
Tombol dinding untuk nyala/mati harus ditempatkan diluar kamar.
Semua tombol di dalam kamar mandi harus dari jenis tarik (pull-cord)
Tidak ada stopkontak terkecuali yang khusus didesain untuk penggunaan mesin cukur di kamar mandi (shuttered socket)
Fiting lampu harus tertutup, tahan uap/kondensasi, dan ditempatkan (dipasang) dimana tidak mudah terciprat air.
1.3 Ruang Dalam Sekunder
Ruangan dan kamar – kamar lain dalam rumah – loteng, gudang bawah tanah, kamar hobby, tempat penyimpanan barang serta garasi - memerlukan penerangan yang fungsional (memberikan kondisi penglihatan yang baik), dengan umur yang lebih lama serta efisiensi yang lebih tinggi daripada penerangan dekoratif yang terdapat dibagian lain dari rumah.
Lampu tabung fluorescent TL-D, PL, dan SL yang ditempatkan dalam luminer tipe industrial yang kokoh (seperti yang digunakan di toko dan pabrik) secara ideal sesuai untuk digunakan dalam ruangan semacam ini.
1.3.1 Kamar Hobby
Kamar hobby yang sebaiknya di dekorasi dengan warna yang muda, diberi penerangan umum yang mempunyai index penggambaran warna yang baik (umpamanya Ra ? 80).
Luminer dapat dipasang ditengah langit – langit, tetapi sering lebih baik untuk menggunakan penerangan local (500 – 1000 lux) dikonsentrasikan diatas bangku kerja atau meja. Untuk pekerjaan yang sangat sulit (detail kecil), lampu meja yang dapat diatur, atau penarangan yang datang dari beberapa arah merupakan solusi yang baik.
Ril daya (power track) di kamar hobby dapat sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai sarana untuk memperoleh sistim penerangan yang refleksibel, tetapi juga untuk dipakai sebagai penyalur daya yang memungkinkan bermacam peralatan listrik untuk digunakan dimana diperlukan.
1.3.2 Generasi
Jalan menuju garasi yang diberi penerangan dengan baik akan memudahkan untuk menghindari benda – benda yang tak terduga di jalan masuk, seperti sepeda dan permainan anak – anak yang ditinggalkan begitu saja.
Kebutuhan dasar didalam garasi adalah penerangan untuk orientasi, namun ini harus ditempatkan dengan memperhatikan ukuran mobil untuk memungkinkan memeriksa mesin pada waktu kap mesin dibuka dan juga untuk menerangi tempat barang yang terbuka.
Bilamana garasi dilengkapi dengan bangku kerja maka penerangan tersendiri harus disediakan untuk itu.
1.4 Daerah Luar Rumah
Penerangan kebun serta bagian – bagian lain dari daerah luar rumah dibahas dalam Bagian ini : Taman dan Kebun
1.4.1 Taman dan Kebun
Penerangan untuk taman dan kebun menyangkut menerangi pohon, semak, petakan bunga dan jalan, dan mungkin juga kolam dan air mancur. Tujuan pokok penerangan adalah untuk menonjolkan keindahan pemandangan tanpa menimbulkan daerah sangat luas yang terlampau gelap.
Pertimbangan Umum
Dalam merencanakan penerangan taman atau kebun, pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut ini harus terjawab :
• Kepada objek terpenting apa perhatian akan diarahkan, dan bagaimana caranya agar dapat ditampilkan dengan sebaik – baiknya.
• Apa warna pohon dan bunga yang akan diberi penerangan ?
(Pengaruh waktu dan musim dimana instalasi penerangan harus dioperasikan perlu diperhatikan).
• Apakah lampu sorot (floodlights) akan dapat memberikan penerangan yang mencukupi agar supaya pengunjung dapat menemukan jalannya, ataukah diperlukan penerangan khusus untuk jalan setapak?
• Apakah instalasi hanya akan di-operasikan untuk waktu singkat, atau apakah dapat dianggap sebagai instalasi permanen atau semi – permanen? Dalam hal terakhir, adalah bermanfaat untuk mempertimbangkan penggunaan lampu hemat energi, dan membuat instalasi yang lebih tahan terhadap pengrusakan (vandalisme).
Pohon dan Semak
Di waktu siang hari sebatang pohon umumnya tampak sebagai bayangan hitam (silhouette) dengan latar belakang langit yang terang. Jika pohon diterangi pada malam hari, situasi menjadi terbalik dan pohon menonjol dengan terang dengan latar belakang langit yang gelap.
Sumber cahaya dapat menerangi dedaunan dari jarak jauh ataupun dapat ditempatkan di kaki batang pohon dan menerangi dedaunan dari bawah (Gbr. 7). Teknik yang disebutkan terdahulu terutama sesuai untuk pohon dengan dedaunan yang sangat rimbun (seperti pohon poplar), sedangkan pohon dengan dahan melebar sesuai untuk teknik yang disebutkan terakhir). Efek yang indah dapat juga diperoleh dengan menggunakan sinar dengan berbagai warna.
Bilamana penerangan secara frontal atau vertical keatas tidak dikehendaki, atau tidak praktis untuk dilaksanakan, pohon yang sedang berbunga atau dengan dahan yang gundul dapat ditampilkan sebagai silhouette dengan latar belakang dinding putih atau berwarna terang, pagar atau trellis.
Cara penerangan yang secara visual lebih menarik dan menghasilkan efek lebih halus daripada penerangan dari depan, dapat diperoleh dengan menerangi semak dan pohon dari belakang (back lighting).
Namun dalam banyak kasus lampu sorot (floodlights) harus ditempatkan diantara pengunjung dan objek yang disorot. Kesilauan dapat dihindari dengan memasang tabir (screen) pada lampu sorot walaupun di kebanyakan kebun terdapat banyak tempat untuk menyembunyikannya, antara lain semak, batang pohon atau tunggul pohon, semak belukar, batu, pagar, tembok rendah, tirai anyaman dahan, tempat bunga atau batu besar yang diberi lobang.
Sebagai alternatif mungkin lampu sorot dapat dimasukkan dalam tanah, tetapi dalam hal ini keharusan untuk membuat saluran pembuangan air perlu diperhatikan.
Tanaman dan Semak
Kemolekan dan kemegahan alami bunga dapat secara indah diungkapkan dimalam hari dengan menggunakan instalasi penerangan yang sederhana dan terencana dengan baik.
Suatu cara yang popular adalah untuk menerangi daerah yang bersangkutan dengan lampu sorot (disembunyikan dari pandangan) yang dipasang pada tiang, batang pohon, dahan atau dinding. Bilamana perencanaan atau tata letak taman tidak memungkinkan pendekatan ini, maka harus diterapkan teknik penerangan local.
Luminer yang dirancang khusus berbentuk bunga (calyxes), genta (cloches) atau jamur seringkali digunakan untuk keperluan tersebut (Gbr 8). Luminer yang dekoratif tipe bollard yang mempunyai penyebaran sinar kearah bawah secara lebih luas, juga tersedia. Dalam kedua hal tersebut keuntungannya adalah bahwa pada waktu siang hari luminer ini dapat berperan lebih dekoratif didalam taman bila dibandingkan dengan luminer yang berbentuk semata – mata fungsional.
Gambar 8 Suatu luminer kebun dekoratif yang khas tipe jamur.
Penggambaran warna yang baik adalah penting. Berhubung tingkat penerangan yang diperlukan adalah rendah, lampu pijar yang biasa umumnya digunakan untuk keperluan tersebut. Lampu pijar dari gelas yang di press juga sangat sesuai untuk diterapkan karena jenis ini sangat kokoh dan mudah pemasangannya.
Karena suatu species bunga biasanya hanya mekar untuk jangka waktu yang terbatas, maka jangka waktu penerangannya juga terbatas. Oleh karena itu penerangan untuk petak bunga dibuat temporer dan instalasi dapat dengan mudah dipindahkan. Dengan alasan tersebut maka disarankan untuk menggunakan perangkat penerangan yang diberi tonggak untuk ditancapkan ke tanah serta kabel fleksibel, yang dapat disambungkan melalui sambungan yang rapat ke kontak sumber listrik yang permanen.
Teras, Patio dan Balkon
Penerangan teras, patio, dan balkon, tempat barbeque dan lain sebagainya dapat dilaksanakan dengan spotlight atau lampu sorot yang diberi tirai. Suasana yang lebih mesra dapat diciptakan dengan lampu gantung, luminer dinding atau yang terpasang pada tiang, dengan konstruksi yang tahan terhadap pengaruh hujan dan matahari. Disamping kelihatan menarik luminer ini memberikan penerangan pengamanan di tangga, jalan dengan hamparan yang tidak rata dan lain sebagainya.
Jalan
Jalan harus diberi penerangan yang cukup, baik untuk memberikan panduan visual umum kepada pengunjung taman atau kebun, maupun untuk menunjukkan adanya hambatan atau bagian yang tidak rata di jalanan itu sendiri.
Sebaiknya dipasang standar untuk lampu dan luminer yang terpasang pada ujung tiang.
Bentuk tradisional (lentera) atau kontemporer (bulat opal) dapat sekaligus dekoratif dan fungsional.
Penerangan tingkat rendah untuk jalan kecil, tempat berjalan dan sebagainya, dapat juga dilakukan dengan menggunakan luminer tipe bollard.
Patung
Patung tradisional atau abstrak dapat merupakan tambahan yang sangat baik untuk pemandangan malam hari sebuah kebun. Objek ini harus disorot terutama bilamana latar belakangnya gelap atau tidak terang, dengan cara penempatan lampu sorot dengan seksama. Sudut pengarahan sinar (ditemukan dengan mencoba) harus dapat lebih menonjolkan bentuk patung tanpa menimbulkan bayangan yang aneh atau merusak penampilan.
Air
Ketenangan diri hamparan air seperti kolam atau danau, ataupun kelincahan air yang bergerak, seperti pada air mancur atau air terjun dapat ditonjolkan bilamana digunakan cara – cara yang sudah teruji.
Air bilamana bebas dari lendir dan gulma terapung, merupakan cermin yang hampir sempurna dan dapat berfungsi sebagai lapisan yang ideal untuk merefleksikan pohon, bungan dan patung yang telah diberi penerangan. Harus diperhatikan agar dalam penempatannya lampu sorot tidak tercermin dalam air dan menghasilkan kesilauan.
Air yang bergerak, yang dikocok menjadi percikan dan busa, sebagaimana halnya dalam air mancur ornamental, atau tirai air dan air terjun, memberikan dimensi tambahan terhadap penerangan. Dengan cara memantulkan, menguraikan dan menyebarkan cahaya dengan cara yang selalu berubah, ditambahkan gemerlap dan kemilau yang menarik.
Air terjun dapat disinari dari depan maupun dari belakang, tetapi untuk pancuran air tunggal, direkomendasikan untuk menggunakan spotlight dengan berkas sinar sempit dan dipasang sedemikian rupa sehingga sinarnya diproyeksikan melalui arus air.
Pastikan tampak lebih baik bila menggunakan lampu reflector dengan sorotan medium atau lebar. Tempat lampu dapat dipasang pada dasar air mancur atau di pipa jetflow. Suatu sistem untuk mengkoordinasikan secara otomatis peredupan dan perubahan warna sinar dan pola pancaran air perlu dipertimbangkan dengan penambahan music dari tape maka terciptalah ballet air miniatur.
Tetapi untuk penerangan secara ini, diperlukan perlatan khusus yang kedap air, yang urainnya ada diluar jangkauan manual ini.
admin is
Email this author | All posts by admin




bagaimana menghitung iluminasi ruangan?
Jawab :
Terima kasih anda telah mengunjungi Situs HTII.
Menghitung kuat penerangan pada ruangan sebagai berikut :
1). Bila sumber cahaya adalah Lampu listrik (Anti Ficial Lighting).
E rata² = h.Q.d
———
A
h = Rendemen Pencahayaan.
Q = Arus Cahaya yg dihasilkan dari sumber cahaya
d = Faktor perantara
A = Luas ruangan
2). Bila sumber cahaya adalah Alami (daily lighting).
E ruangan = E luar x Fd
Fd = Faktor pencahayaan dari sumber alami yang masuk ke ruang
E luar = 10.000 Lux (biasa nya diambil).
Untuk lebih jelas nya perlu membaca buku yang ada pada modul Kursus Iluminasi atau langsung mengikuti kursus nya.
pak herman endro yth, saya salah satu mahasiswa PTN. saya sangat tertarik dengan sistem/ teknik pencahayaan pada rumah tinggal ataupun pada gedung2. tapi selama pengamatan saya pedoman atau acuan untuk mempelajari teknik pencahayaan tersebut sanagt kurang. oleh karena itu saya mohon informasi dari pak herman kira2 ada g buku atau pedoman yang bisa saya jadikan acuan untuk mempelajari teknik pencahayaan tersebut, dalam arti buku referensinya pak…
lebih dan kurangnya saya ucapkan terima kasih…
hormat saya
kamikaze
jika kita mau mendesain sebuah lapangan terbuka tempat hiburan ( seperti areal monas / lapangan terbuka ), bagaimana cara memperhitungakan kuat cahaya & jenis lampunya, serta apa ada standarisasi kuat cahanya ?
Salam kenal mas
Saya yang paling terakhir buka blog ini ya.
Seingat saya dulu rumusnya gampang banget lho, kalau dibalik luas ruang/volume ruang X maka diperlukan lampu sebanyak Y, kalau nggak salah lho.maklum aku orang sipil.
Ada rumus praktisnya nggak pak?kirim ke saya dong
Trims
Off the record ya, kenapa difoto wajahnya kok ditutupi. nggak punya hidung ya?!
Jawaban utk Kamikaze : tks , anda telah mengunjungi HTII. Maaf agak terlambat responsnya. Buku2 tentang Iluminasi banyak tersedia di HTII, seperti Lighting hand book, lighting engineering book, Interior lighting etc. silahkan datang ke HTII
Jawaban utk Diman Wachyudin : tks, anda telah mengunjungi HTII.Maaf terlambat responsnya. Cara menghitung kuat cahaya dpt dilakukan dgn manual atau dgn komputer, kemkudian dpt ditentukan jenis lampunya. Standar yg digunakan adalah SNI Pencahayaan luar. Lebih jelas lagi, datang keHTII.
Mas Sigit, tks telah mengunjungi HTII. Rumus yg praktis ada, tapi tdk akurat. E = F/A { lux } , dimana E = kuat cahaya . F = arus cahaya , A = luas ruangan.