Suasana Kemegahan Pencahayaan Abad demi Abad
By admin • Jun 24th, 2008 • Category: ArtikelPENGUKURAN CAHAYA TERHADAP CHANDELIER
Kristal mampu menembus batas antara cahaya lilin yang telah berabad – abad dan cahaya lampu. Cahaya Kristal saat ini adalah dasar kebudayaan interior.
Tak seorangpun mampu berkata berapa lama cahaya lilin bertahan. Ketujuh cabang tempat lilin dari kerajaan Salomo telah menjadi model bagi bangsa Romawi, Jahudi dan orang Kristen dan pengukuran cahaya abad demi abad. Biasanya beberapa meter tingginya pohon cahaya ini merupakan cirri khusus dari jaman Romawi tahun 1000 – 1250. Pohon ini bahan pokoknya terbuat dari tembaga atau campuran tembaga, sedangkan tembaga yang berwarna atau mas murni cenderung berada di instana – istana.
BATU KRISTAL TERHADAP POTONGAN KRISTAL BUATAN MANUSIA
Beraneka chandelier jamas Remaissance (1500 – 1650) memiliki pegangan ditengah – tengah kristalnya memotong seperti bentuk mutiara atau bola kaca yang memiliki lubang dan disusun dari satu hingga tiga urutan. Batu Kristal ditemukan dibumi. Kadang ada di gunung Alps, batu Kristal itu sekarang kebanyakan diperoleh di Brazil dan Madagaskar.
Orang – orang pada jaman Rococo dari tahun 1730 – 1770 mencintai cahaya dan kemegahannya menciptakan chandelier dalam jumlah dan variasi yang besar tidak diketahui. Selama jaman itu batu Kristal alami secara umum ditempatkan kembali oleh Kristal buatan manusia yang tidak transparan yang lebih berkilau dari bahan lain yang digunakan dalam dekorasi chandelier metal. Penemuan George Ravenscroft atas kaca dengan bahan yang bermutu tinggi dan penuh kejernihan dinyatakan sebagai kemajuan yang paling bearti atas produksi kaca jaman itu. Permintaan atas chandelier Kristal meningkat dan industry kaca mengalami kekuatan perekonomiannya yang pertama.
Chandelier Kristal keduanya merupakan contoh yang mewakili keahlian tangan expresi dasar dalam seni pendekorasian cahaya. Abad ke 14 kaca buatan Bohemian sudah menggunakan materi dasar seperti garam yang permukaannya putih. Akhir abad ke 16 mereka mampu menggeser kembali warna dalam gelas dengan cara menggunakan dioksida maganese, kemudian menghasilkan kaca yang betul – betul jernih. Sulit sebenarnya, permukaan yang sangat bersinar dan memiliki temperature pembekuan yang tinggi. Hal ini membuat kesulitan dalam tehnik pemotongan yang kemudian hanya diaplikasikan pada bau – bau yang bernilai karena keindahannya.
Awal abad ke 18 chandelier seluruhnya terbuat dari kaca yang dikembangkan pada alur chandelier Flenish di Inggris. Batangan metal inti dibungkus dengan bahan gelas berbentuk bulat, keras dan berlobang, lilin yang berlobang dan baki tetesan disatukan pada pegangan gelas berbentuk – S.
Di jamin Bohemia pengangan gelas chandelier melebihi model inggris. Tetapi tidak sama dengan Inggris, chandelier ini menonjolkan pendukung dari kerangka kayu. Setelah tahun 1730 chandelier jaman Bunda Maria Theresa berkembang dalam cirinya sendiri, susunannya cenderung lebih besar. Kerangka metal merupakan landasan seperti setrika dengan cetakan dari kaca dan menggabungkan tonjolan pada pergelangan gelas dan Kristal sejenis anting – anting. Vienne menjadi rumah klasik pada chandelier jaman Bunda Maria Theresa.
Bangsa – bangsa Nordic mengembangkan suatu gaya baru dengan komponen – komponen yang disesuaikan dengan mode dari pohon jarum dengan tangkai gelas dan menurun. Untaian tetesan air yang membeku dominan tergantung pada pergelangan dan bagian inti.
Tahun 1895 Daniel Swarovski menemui sebuah mesin untuk memperbanyak produksi Kristal potongan yang digunakan untuk industri lampu dan perhiasan. Antara tahun 1962 dan 1965 Swarovski menyempurnakan tehnologinya atas potongan dan pemolesan Kristal chandelier melibihi 30 % oksida timah dengan tingkat paling tinggi atas ketepatan pemotongan dan kejernihan.
Perdagangan atas merek dagang STARSS, Swarovski menawarkan Kristal – Kristal chandelier dalam 250 bentuk dan ukuran yang berbeda. Setiap Kristal chandelier mematuhi hokum Fisika untuk mengubah cahaya kedalam dimensi estetika baru, memberikan kebebasan dalam membiaskan seluruh permukaan. Kemudian beberapa bentuk umum tersedia dalam warna pink (Rosalin), biru (Medium Sapphire) dan hijau (Antique Green).
Dengan pameran yang luas, ahli arsitek atau interior memiliki kebebasan untuk selalu membuat keputusan yang sempurna dalam mencocokan gaya arsiteknya dan keinginan pribadi atas clientnya.
Designer modern dari Kristal chandelier terbuka terhadap pengaruh jaman. Dibawah ini adalah inti dari gaya yang paling penting yang mempengaruhi peradapan design jaman ini.
Gaya Oriental dapat digali kembali tahun 1150. Orang pada jaman ini membangkitkan kenangan atas bangsawan Arab dan memberikan kesan kekayaan yang tak dapat diukur.
Ciri – cirri pokok dari chandelier jaman Renaissance adalah konstruksi simetris, elemen – elemen yang berbentuk seperti puncak dan lengan yang terpotong.
Chandelier gaya Baroque dipengaruhi oleh begitu dalamnya makna dan kayanya jaman ini, di tinggikan oleh kemegahan dari Versailles selama kekuasaan Raja Prancis ‘Sun King’ (Raja Matahari) Louis XIV.
Chandelier Regency dalam rumah – rumah yang borjuis merefleksikan gaya ketenangan dan gaya yang mendalam maknanya. Dasar pinggiran mutiara dan susunan klasik memberikan kesan yang mendalam terhadap chandelier.
Beberapa dari rumah – rumah yang mewah di dunia ini oleh chandelier secara merata pada jaman Victoria.
Ciri – ciri dari Art Nouveau ditemukan untuk penggunaan bagian – bagian bunga pada Kristal chandelier.
Desain garis – garis, fungsional dan tehnik Bauhaus memiliki pengaruh yang kuat pada design chandelier aliran Modern.
admin is
Email this author | All posts by admin



