<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HTII &#187; admin</title>
	<atom:link href="http://iluminasi.org/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iluminasi.org</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 10:25:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>HTII diterima menjadi Anggota CIE</title>
		<link>http://iluminasi.org/2009/12/htii-diterima-menjadi-anggota-cie-2/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2009/12/htii-diterima-menjadi-anggota-cie-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 06:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia yang lahir pada bulan Januari 1991 yang lalu, telah mengajukan permohonan untuk menjadi Anggota Himpunan Teknik Iluminasi Internasional.
Dengan melalui proses yang cukup lama sejak bulan Mei  tahun 1991 yang lalu, dan akhirnya pada tanggal  4 November 1993 Kantor Pusat Komisi Teknik Pencahayaan Internasional (CIE – Commision Internasional de L’Eclairage) yang berkedudukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia yang lahir pada bulan Januari 1991 yang lalu, telah mengajukan permohonan untuk menjadi Anggota Himpunan Teknik Iluminasi Internasional.</p>
<p>Dengan melalui proses yang cukup lama sejak bulan Mei  tahun 1991 yang lalu, dan akhirnya pada tanggal  4 November 1993 Kantor Pusat Komisi Teknik Pencahayaan Internasional (CIE – Commision Internasional de L’Eclairage) yang berkedudukan di Wina – Austria telah menetapkan Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia, HTII (Indonesia Illuminating Engineering Society) diterima sebagai Anggota Himpunan Iluminasi Internasional.</p>
<p>Proses penerimaannya dilakukan dengan pemungutan suara kepada pada anggota Himpunan Iluminasi Internasional yang telah dibentuk di Negara – Negara lain (lihat surat dari CIE) selanjutnya disampaikan juga publikasi – publikasi terakhir dari CIE, untuk disebarluaskan kepada para anggota – anggota Himpunan Teknik Iluminasi di Indonesia (lihat buku acara CIE pada kolom publikasi – Majalah Sang Surya edisi ini). Sebagai langkah awal, HTII akan mengikuti Pameran Pencahayaan sesuai yang dicantumkan pada Agenda CIE ’93 yang diselenggarakan oleh OVERSEAS EXHIBITION SERVICE. Manchester Square London WIM SAB pada tanggal 1 s/d 4 Desember 1993. Pameran akan menampilkan mengenai Pencahayaan di Indonesia, bertempat di Pekan Raya Jakarta, Bandara Kemayoran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2009/12/htii-diterima-menjadi-anggota-cie-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Terbit&#8230;.. Sang Surya</title>
		<link>http://iluminasi.org/2009/11/kembali-terbit-sang-surya/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2009/11/kembali-terbit-sang-surya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2010 akan menjadi tahun Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII) untuk mengaktifkan kembali fungsinya sebagai wadah bagi anggotanya. Tahun 2010 HTII akan kembali menerbitkanMajalah Sang Surya. Bagi Anggota yang berminat untuk mempublikasikan tulisan-tulisan mengenai Iluminasi, dipersilahkan mengirimkannya kepada Sekretariat HTII untuk dipublikasih\kan dalam majalah Sang Surya.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2010 akan menjadi tahun Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII) untuk mengaktifkan kembali fungsinya sebagai wadah bagi anggotanya. Tahun 2010 HTII akan kembali menerbitkanMajalah Sang Surya. Bagi Anggota yang berminat untuk mempublikasikan tulisan-tulisan mengenai Iluminasi, dipersilahkan mengirimkannya kepada Sekretariat HTII untuk dipublikasih\kan dalam majalah Sang Surya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2009/11/kembali-terbit-sang-surya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Konstruksi 2009</title>
		<link>http://iluminasi.org/2009/04/publikasi-percobaan/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2009/04/publikasi-percobaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 07:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka ikut menyemarakkan kegiatan-kegiatan Masyarakat Konstruksi di Indonesia maka HTII akan ikut membuka stan Pameran pada :
Pameran Konstruksi 2009 
Tempat : Jakarta Convention Center Hall A-B,
Tanggal : 3 &#8211; 6 Desember 2009. 
Bagi Anggota HTII yang berminat mendukung kegiatan HTII tersebut dapat menghubungi kami Sekretariat HTII, Gedung JDC Lt. 7, telp. 021 549 5169
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka ikut menyemarakkan kegiatan-kegiatan Masyarakat Konstruksi di Indonesia maka HTII akan ikut membuka stan Pameran pada :</p>
<p><strong>Pameran Konstruksi 2009 </strong><br />
Tempat : Jakarta Convention Center Hall A-B,<br />
Tanggal : 3 &#8211; 6 Desember 2009. </p>
<p>Bagi Anggota HTII yang berminat mendukung kegiatan HTII tersebut dapat menghubungi kami Sekretariat HTII, Gedung JDC Lt. 7, telp. 021 549 5169</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2009/04/publikasi-percobaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Duka</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/06/htii-diterima-menjadi-anggota-cie/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/06/htii-diterima-menjadi-anggota-cie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 18:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[CIE]]></category>
		<category><![CDATA[HTII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Telah berpulang dengan tenang, Ny. John Rorimpandey, Istri Bp. John Rorimpandey, Minggu, 6 Desember 2009, Jenasah akan disemayamkan di Rumah Duka RS Darmais blok D-E
Semoga almarhumah diterima disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketenangan dan keiklasan, Amin
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah berpulang dengan tenang, Ny. John Rorimpandey, Istri Bp. John Rorimpandey, Minggu, 6 Desember 2009, Jenasah akan disemayamkan di Rumah Duka RS Darmais blok D-E<br />
Semoga almarhumah diterima disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketenangan dan keiklasan, Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/06/htii-diterima-menjadi-anggota-cie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerangan Rumah</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/06/penerangan-rumah/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/06/penerangan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 18:20:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ir. Herman Endro

Dimana yang lalu, pendekatan terhadap penerangan rumah adalah untuk menerima saja titik penerangan berapa lampu yang digantung ditengah, dan kemudian timbul pencahayaan dimana titik penerangan tambahan, bila memang ada dimana harus ditempatkan. Untuk masa kini, kemungkinan besar adalah sebaliknya yang berlaku : pertama kita penuhi terlebih dahulu kebutuhan setempat / local, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Ir. Herman Endro<br />
</strong><br />
Dimana yang lalu, pendekatan terhadap penerangan rumah adalah untuk menerima saja titik penerangan berapa lampu yang digantung ditengah, dan kemudian timbul pencahayaan dimana titik penerangan tambahan, bila memang ada dimana harus ditempatkan. Untuk masa kini, kemungkinan besar adalah sebaliknya yang berlaku : pertama kita penuhi terlebih dahulu kebutuhan setempat / local, kemudian timbul pertanyaan apakah masih diinginkan tambahan lagi.</p>
<p>Walau dapat diterima bahwa penerangan rumah selalu akan merupakan suatu sector dimana selera pribadi akan memegang peran yang dominan, namun ada beberapa petunjuk berharga yang dapat diberikan mengenai hal.</p>
<p>1.1    Zona Lalu – Lintas</p>
<p>“Zona Lalu – Lintas” didalam dan sekitar rumah terdiri atas berbagai pintu, ruang masuk, portal, gang dan tangga. Dari segi penerangan, zona – zona ini memerlukan perhatian khusus, karena disinilah banyak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh penerangan yang tidak baik. Masalahnya adalah untuk memberikan penerangan yang cukup tanpa sinar yang menyilaukan dan dengan efek bayangan yang benar.</p>
<p>Di ruang masuk suasana yang mengundang juga sangat penting. Pada umumnya adalah lebih efektif untuk memberikan penerangan kepada benda – benda  khusus (lukisan, permadani, patung) daripada penerangan secara umum secara menyeluruh.</p>
<p>1.2    Ruang Dalam Utama</p>
<p>1.2.1    Ruang Keluarga</p>
<p>Tidak ada ruangan lain dalam rumah yang dapat disamakan dengan ruang keluarga dari segi jumlah dan keragaman kegiatan yang dilakukan didalamnya.<br />
Berbincang, membaca, dan menonton televise merupakan yang utama, namun menulis dan, tentu saja makan dapat juga dilakukan dalam ruangan yang sama. Dalam kenyataannya  ruang keluarga merupakan jantung dari rumah dan ini merupakan alasan yang cukup untuk memberinya penerangan yang baik.</p>
<p>Berhubung penggunaannya yang beragam, tema penerangan adalah fleksibelitas yang digabung dengan estetika. Harus ada titik penerangan untuk semua keperluan, dan harus dimungkinkan untuk menggunakan semuanya, atau beberapa saja, pada saat yang sama, pada tingkat cahaya dan intensitas yang dikehendaki sesuai dengan kebutuhan saat itu.</p>
<p>a.    Penerangan Orientasi (ambient)</p>
<p>Luminer tunggal yang dipasang di langit – langit dapat memberikan penerangan lingkungan yang diperlukan. Akan tetapi ini jangan menjadi satu – satunya penerangan dalam ruangan. Hal ini disebabkan karena mata selalu tertarik kepada titik yang paling terang dan bila ini terdapat di tengah – tengah ruangan, maka ruangan akan dirasakan sebagai berada ‘disekitar pusat ini’ dank arena itu dirasakan sebagai lebih kecil. Selain itu, karena semua dinding akan mempunyai keterangann yang sama, volume ruangan akan kurang dapat digambarkan oleh penerangan jenis ini.</p>
<p>b.    Membaca</p>
<p>Membaca memerlukan tingkat penerangan yang relative tinggi, tingkat penerangan yang tepat tergantung dari usia si pembaca. Secara umum, 400 lux harus dianggap sebagai suatu tingkat minimum untuk tugas visual ini (buku, majalah dlsb).</p>
<p>Lampu lantai atau lampu berdiri tradisional dengan segala kesederhanaanya adalah cara yang sangat baik (Gambar 5). Lampu ini memberikan sinar yang berlimpah ke atas (penerangan ambient) dan memungkinkan membaca dengan nyaman dan pada jarak dekat. Tetapi lampu hemat energi dapat juga digunakan : umpanya luminer dwiguna dengan lampu PL9W atau 11 W untuk lampu baca yang sebenarnya, dikombinasikan dengan lampu pijar (halogen berujung ganda) atau lampu PL 11 untuk memberikan penerangan ke atas (ambient), akan memberikan hasil yang sangat baik.</p>
<p>Kegiatan seperti merajut dan menyulam memerlukan kurang lebih penerangan yang sama dengan yang disebutkan diatas, namun sebaiknya dengan intensitas sedikit lebih terang.</p>
<p>Menulis</p>
<p>Menulis, baik itu dilakukan di ruang keluarga ataupun ditempat lain, memerlukan penerangan local yang cukup. Namun disinipun suatu cara penerangan ambient juga harus ada. Luminer yang memberikan penerangan local harus relative besar : bayangan akan menjadi kecil dan kontur lebih lembut.</p>
<p>Lampu pijar baik digunakan untuk membaca (bukan lampu reflector), tetapi lampu PL 11W merupakan yang sempurna : sinar lembut yang banyak dari sumber dengan ukuran yang tepat untuk tugasnya.</p>
<p>Berbincang (sudut untuk duduk)</p>
<p>Berbincang merupakan salah satu kegiatan utama dalam ruang duduk. Karena itu penerangan harus dapat membantu untuk mengadakan kontak mata serta dapat menggambarkan bentuk wajah secara menyenangkan.</p>
<p>Penerangan ambient yang baik biasanya sudah mencukupi  untuk memungkinkan kontak mata. Tetapi adanya kebutuhan untuk dapat menggambarkan bentuk wajah, berarti bahwa penerangan harus berasal dari lebih dari satu arah. Beberapa lampu berdiri atau lampu meja ataupun lampu gantung yang dilengkapi dengan tirai penyebaran, akan dapat memberikan keharmonisan penerangan untuk suatu sudut duduk.</p>
<p>Dengan menggunakan dimmer, tingkat penerangan umum dapat dengan mudah disesuaikan untuk menciptakan suasana atau kesan yang diinginkan.</p>
<p>Menonton Televisi</p>
<p>Menonton televise dalam kegelapan sangat melelahkan untuk mata. Karena itu sebuah luminer ditempatkan diatas atau berdekatan dengan pesawat televise, atau dapat juga pada daerah dinding disekitarnya diberikan penerangan, umpamanya dengan menyinari sebuah lukisan.</p>
<p>Kontak Keluar Rumah</p>
<p>Mereka yang beruntung karena memiliki ruang duduk yang berpandangan ke kebun, dapat memanfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan ukuran visual ruangan. Pada malam hari jendela kebun berlaku sebagai cermin yang gelap, dan ruang dalam yang terang terpantul dipermukaannya. Menerangi kebun akan menarik mata kea rah titik terang yang jauh dan memberikan kesan bertambah luasnya ruangan, walaupun terdapat gorden jarring yang menutup jendela. (Gambar 6)</p>
<p>1.2.2    Ruang Makan / Daerah Tempat Makan</p>
<p>Banyak rumah (mungkin sebagian terbesar rumah) tidak memiliki ruang makan tersendiri, tetapi berupa daerah tempat makan yang merupakan bagian dari ruang keluarga. Pendekatan untuk penerangannya adalah sama untuk keduanya.</p>
<p>Rasa keakraban dapat lebih ditekankan dengan mengkonsentrasikan cahaya ke meja makan dan tidak menyebarkan cahaya secara merata ke seluruh ruangan atau tempat. Tetapi wajah yang duduk sekeliling meja harus juga termasuk Luminer tunggal yang digantung diatas meja merupakan solusi yang lazim, walaupun untuk meja  yang besar dapat digunakan dua atau tiga luminer kecil yang sejenis. Diutamakan penggunaan luminer dengan kap dari gelas atau kain yang memancarkan sejumlah cahaya ke wajah.</p>
<p>Pemasangan dimmer berguna untuk memungkinkan pengaturan tingkat penerangan agar sesuai dengan kebutuhan, ataupun sekedar untuk membiarkan meja atau sudut tetap terang sekalipun tidak dipakai, sebagai bagian diri “pemandangan” dalam ruang keluarga.</p>
<p>1.2.3    Dapur</p>
<p>Dapur sebenarnya merupakan semacam bengkel dank arena itu memerlukan penerangan umum yang nyaris tanpa bayangan. Cahaya harus sampai kesemua permukaan,  tidak hanya permukaan kerja horizontal tetapi juga yang vertical untuk memudahkan mencari sesuatu di dalam almari.</p>
<p>Penerangan local tambahan mungkin diperlukan untuk menerangi bayangan yang ditimbukan oleh almari dan/atau oleh penghuni dapur yang sedang berdiri pada tempat kerja.</p>
<p>Penerangan, baik yang umum maupun yang local, haruslah sedemikian rupa sehingga mudah untuk melihat perbedaan warna yang kecil sekalipun dari makanan. Dengan sendirinya ini berarti bahwa semua lampu harus mempunyai Index Penggambaran Warna (colour rendering index) yang tinggi (Ra : 80). Bersamaan dengan itu penampilan warna yang dihasilkan oleh penerangan harus sesuai dengan bagian yang lainnya dari rumah.</p>
<p>Untuk meja atau sudut makan pagi, yang sekarang sudah umum ada di banyak dapur yang luas, sebuah luminer dengan tombol tersendiri adalah tepat untuk digunakan.</p>
<p>1.2.4    Kamar Tidur</p>
<p>a.    Kamar Tidur Utama</p>
<p>Disamping penerangan umum, peneranga local juga diperlukan untuk memberikan penerangan yang cukup di meja rias dan untuk membaca di tempat tidur.</p>
<p>Meja rias sebaiknya diterangi oleh buah panel bercahaya rendah yang dipasang vertical, masing – masing sebuah pada setiap sisi cermin.</p>
<p>Penarangan yang baik untuk bagian kepala dari tempat tidur dapat diberikan oleh luminer kembar yang terpasang di dinding dengan penyebaran cahaya tingkat menengah, dan masing – masing diberi pengatur dan tombol untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan individual.</p>
<p>b.    Kamar Tidur Anak – Anak</p>
<p>Anak – anak menyukai penerangan yang terang, penerangan redup yang disukai orang dewasa karena menenangkan, mungkin akan menakutkan untuk anak yang masih kecil. Akan tetapi bayangan yang tajam dan panjang serta lampu yang silau dan tanpa kap lampu haruslah dihindari.</p>
<p>Untuk kamar anak remaja, spotlight yang dapat diatur yang dipasang pada ril daya (power track) dikombinasikan dengan spotlight dengan jepitan dan dapat diatur yang dapat dipasang dimana saja dalam kamar, memberikan fleksibilitas penerangan yang baik.</p>
<p>Kamar Tamu</p>
<p>Walaupun suatu pendekatan yang lebih langsung dapat digunakan untuk penerangan, kamar tamu pada dasarnya adalah sama dengan kamar tidur utama. Penerangan yang menyenangkan serta direncanakan dengan baik akan dihargai oleh para tamu dan membuat mereka menjadi betah.</p>
<p>Kamar mandi</p>
<p>Kebutuhan utama untuk kamar mandi adalah penerangan umum yang baik untuk keseluruhan bagian dalam serta penerangan local.</p>
<p>Penerangan umum harus cukup kuat untuk dapat menembus tirai shower. Penerangan dapat diberikan oleh sebuah luminer terpisah yang terpasang pada langit – langit (diluar jangkauan orang yang berdiri di tempat mandi), namun penerangan umum yang mencukupi biasanya diberikan oleh penerangan local pada cermin diatas wastafel. Penerangan ini harus mengarah ke depan, kearah orangnya dan tidak ke cermin. Penerangan harus sedapat mungkin bebas bayangan, yang berarti bahwa yang digunakan adalah luminer dengan permukaan luas, dan sebaiknya dipasang vertical pada kedua sisi cermin.</p>
<p>Peraturan Keamanan</p>
<p>Tombol dinding untuk nyala/mati harus ditempatkan diluar kamar.<br />
Semua tombol di dalam kamar mandi harus dari jenis tarik (pull-cord)<br />
Tidak ada stopkontak terkecuali yang khusus didesain untuk penggunaan mesin cukur di kamar mandi (shuttered socket)<br />
Fiting lampu harus tertutup, tahan uap/kondensasi, dan ditempatkan (dipasang) dimana tidak mudah terciprat air.</p>
<p>1.3    Ruang Dalam Sekunder</p>
<p>Ruangan dan kamar – kamar lain dalam rumah – loteng, gudang bawah tanah, kamar hobby, tempat penyimpanan barang serta garasi -  memerlukan penerangan yang fungsional (memberikan kondisi penglihatan yang baik), dengan umur yang lebih lama serta efisiensi yang lebih tinggi daripada penerangan dekoratif yang terdapat dibagian lain dari rumah.</p>
<p>Lampu tabung fluorescent TL-D, PL, dan SL yang ditempatkan dalam luminer tipe industrial yang kokoh (seperti yang digunakan di toko dan pabrik) secara ideal sesuai untuk digunakan dalam ruangan semacam ini.</p>
<p>1.3.1    Kamar Hobby</p>
<p>Kamar hobby yang sebaiknya di dekorasi dengan warna yang muda, diberi penerangan umum yang mempunyai index penggambaran warna yang baik (umpamanya Ra ? 80).</p>
<p>Luminer dapat dipasang ditengah langit – langit, tetapi sering lebih baik untuk menggunakan penerangan local (500 – 1000 lux) dikonsentrasikan diatas bangku kerja atau meja. Untuk pekerjaan yang sangat sulit (detail kecil), lampu meja yang dapat diatur, atau penarangan yang datang dari beberapa arah merupakan solusi yang baik.</p>
<p>Ril daya (power track) di kamar hobby dapat sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai sarana untuk memperoleh sistim penerangan yang refleksibel, tetapi juga untuk dipakai sebagai penyalur daya yang memungkinkan bermacam peralatan listrik untuk digunakan dimana diperlukan.</p>
<p>1.3.2    Generasi</p>
<p>Jalan menuju garasi yang diberi penerangan dengan baik akan memudahkan untuk menghindari benda – benda yang tak terduga di jalan masuk, seperti sepeda dan permainan anak – anak yang ditinggalkan begitu saja.</p>
<p>Kebutuhan dasar didalam garasi adalah penerangan untuk orientasi, namun ini harus ditempatkan dengan memperhatikan ukuran mobil untuk memungkinkan memeriksa mesin pada waktu kap mesin dibuka dan juga untuk menerangi tempat barang yang terbuka.</p>
<p>Bilamana garasi dilengkapi dengan bangku kerja maka penerangan tersendiri harus disediakan untuk itu.</p>
<p>1.4    Daerah Luar Rumah</p>
<p>Penerangan kebun serta bagian – bagian lain dari daerah luar rumah dibahas dalam Bagian ini : Taman dan Kebun</p>
<p>1.4.1    Taman dan Kebun</p>
<p>Penerangan untuk taman dan kebun menyangkut menerangi pohon, semak, petakan bunga dan jalan, dan mungkin juga kolam dan air mancur. Tujuan pokok penerangan adalah untuk menonjolkan keindahan pemandangan tanpa menimbulkan daerah sangat luas yang terlampau gelap.</p>
<p>Pertimbangan Umum</p>
<p>Dalam merencanakan penerangan taman atau kebun, pertanyaan – pertanyaan  sebagai berikut ini harus terjawab :</p>
<p>•    Kepada objek terpenting apa perhatian akan diarahkan, dan bagaimana caranya agar dapat ditampilkan dengan sebaik – baiknya.<br />
•    Apa warna pohon dan bunga yang akan diberi penerangan ?<br />
(Pengaruh waktu dan musim dimana instalasi penerangan harus dioperasikan perlu diperhatikan).<br />
•    Apakah lampu sorot (floodlights) akan dapat memberikan penerangan yang mencukupi agar supaya pengunjung dapat menemukan jalannya, ataukah diperlukan penerangan khusus untuk jalan setapak?<br />
•    Apakah instalasi hanya akan di-operasikan untuk waktu singkat, atau apakah dapat dianggap sebagai instalasi permanen atau semi – permanen? Dalam hal terakhir, adalah bermanfaat untuk mempertimbangkan penggunaan lampu hemat energi, dan membuat instalasi yang lebih tahan terhadap pengrusakan (vandalisme).</p>
<p>Pohon dan Semak</p>
<p>Di waktu siang hari sebatang pohon umumnya tampak sebagai bayangan hitam (silhouette) dengan latar belakang langit yang terang. Jika pohon diterangi pada malam hari, situasi menjadi terbalik dan pohon menonjol dengan terang dengan latar belakang langit yang gelap.</p>
<p>Sumber cahaya dapat menerangi dedaunan dari jarak jauh ataupun dapat ditempatkan di kaki batang pohon dan menerangi dedaunan dari bawah (Gbr. 7). Teknik yang disebutkan terdahulu terutama sesuai untuk pohon dengan dedaunan yang sangat rimbun (seperti pohon poplar), sedangkan pohon dengan dahan melebar sesuai untuk teknik yang disebutkan terakhir). Efek yang indah dapat juga diperoleh dengan menggunakan sinar dengan berbagai warna.</p>
<p>Bilamana penerangan secara frontal atau vertical keatas tidak dikehendaki, atau tidak praktis untuk dilaksanakan, pohon yang sedang berbunga atau dengan dahan yang gundul dapat ditampilkan sebagai silhouette dengan latar belakang dinding putih atau berwarna terang, pagar atau trellis.</p>
<p>Cara penerangan yang secara visual lebih menarik dan menghasilkan efek lebih halus daripada penerangan dari depan, dapat diperoleh dengan menerangi semak dan pohon dari belakang (back lighting).</p>
<p>Namun dalam banyak kasus lampu sorot (floodlights) harus ditempatkan diantara pengunjung dan objek yang disorot. Kesilauan dapat dihindari dengan memasang tabir (screen) pada lampu sorot walaupun di kebanyakan kebun terdapat banyak tempat untuk menyembunyikannya, antara lain semak, batang pohon atau tunggul pohon, semak belukar, batu, pagar, tembok rendah, tirai anyaman dahan, tempat bunga atau batu besar yang diberi lobang.<br />
Sebagai alternatif mungkin lampu sorot dapat dimasukkan dalam tanah, tetapi dalam hal ini keharusan untuk membuat saluran pembuangan air perlu diperhatikan.</p>
<p>Tanaman dan Semak</p>
<p>Kemolekan dan kemegahan alami bunga dapat secara indah diungkapkan dimalam hari dengan menggunakan instalasi penerangan yang sederhana dan terencana dengan baik.</p>
<p>Suatu cara yang popular adalah untuk menerangi daerah yang bersangkutan dengan lampu sorot (disembunyikan dari pandangan) yang dipasang pada tiang, batang pohon, dahan atau dinding. Bilamana perencanaan atau tata letak taman tidak memungkinkan pendekatan ini, maka harus diterapkan teknik penerangan local.</p>
<p>Luminer  yang dirancang khusus berbentuk bunga (calyxes), genta (cloches) atau jamur seringkali digunakan untuk keperluan tersebut (Gbr 8). Luminer yang dekoratif tipe bollard yang mempunyai penyebaran sinar kearah bawah secara lebih luas, juga tersedia. Dalam kedua hal tersebut keuntungannya adalah bahwa pada waktu siang hari luminer ini dapat berperan lebih dekoratif didalam taman bila dibandingkan dengan luminer yang berbentuk semata – mata fungsional.</p>
<p>Gambar 8 Suatu luminer kebun dekoratif  yang khas tipe jamur.</p>
<p>Penggambaran warna yang baik adalah penting. Berhubung tingkat penerangan yang diperlukan adalah rendah, lampu pijar yang biasa umumnya digunakan untuk keperluan tersebut. Lampu pijar dari gelas yang di press juga sangat sesuai untuk diterapkan karena jenis ini sangat kokoh dan mudah pemasangannya.</p>
<p>Karena suatu species bunga biasanya hanya mekar untuk jangka waktu yang terbatas, maka jangka waktu penerangannya juga terbatas. Oleh karena itu penerangan untuk petak bunga dibuat temporer dan instalasi dapat dengan mudah dipindahkan. Dengan alasan tersebut maka disarankan untuk menggunakan perangkat penerangan yang diberi tonggak untuk ditancapkan ke tanah serta kabel fleksibel, yang dapat disambungkan melalui sambungan yang rapat ke kontak sumber listrik yang permanen.</p>
<p>Teras, Patio dan Balkon</p>
<p>Penerangan teras, patio, dan balkon, tempat barbeque dan lain sebagainya dapat dilaksanakan dengan spotlight atau lampu sorot yang diberi tirai. Suasana yang lebih mesra dapat diciptakan dengan lampu gantung, luminer dinding atau yang terpasang pada tiang, dengan konstruksi yang tahan terhadap pengaruh hujan dan matahari. Disamping kelihatan menarik luminer ini memberikan penerangan pengamanan di tangga, jalan dengan hamparan yang tidak rata dan lain sebagainya.</p>
<p>Jalan</p>
<p>Jalan harus diberi penerangan yang cukup, baik untuk memberikan panduan visual umum kepada pengunjung taman atau kebun, maupun untuk menunjukkan adanya hambatan atau bagian yang tidak rata di jalanan itu sendiri.</p>
<p>Sebaiknya dipasang standar untuk lampu dan luminer yang terpasang pada ujung tiang.<br />
Bentuk tradisional (lentera) atau kontemporer (bulat opal) dapat sekaligus dekoratif dan fungsional.</p>
<p>Penerangan tingkat rendah untuk jalan kecil, tempat berjalan dan sebagainya, dapat juga dilakukan dengan menggunakan luminer tipe bollard.</p>
<p>Patung</p>
<p>Patung tradisional atau abstrak dapat merupakan tambahan yang sangat baik untuk pemandangan malam hari sebuah kebun. Objek ini harus disorot terutama bilamana latar belakangnya gelap atau tidak terang, dengan cara penempatan lampu sorot dengan seksama. Sudut pengarahan sinar (ditemukan dengan mencoba) harus dapat lebih menonjolkan bentuk patung tanpa menimbulkan  bayangan yang aneh atau merusak penampilan.</p>
<p>Air</p>
<p>Ketenangan diri hamparan air seperti kolam atau danau, ataupun kelincahan air yang bergerak, seperti pada air mancur atau air terjun dapat ditonjolkan bilamana digunakan cara – cara yang sudah teruji.</p>
<p>Air bilamana bebas dari lendir dan gulma terapung, merupakan cermin yang hampir sempurna dan dapat berfungsi sebagai lapisan yang ideal untuk merefleksikan pohon, bungan dan patung yang telah diberi penerangan. Harus diperhatikan agar dalam penempatannya lampu sorot tidak tercermin dalam air dan menghasilkan kesilauan.</p>
<p>Air yang bergerak, yang dikocok menjadi percikan dan busa, sebagaimana halnya dalam air mancur ornamental, atau tirai air dan air terjun, memberikan dimensi tambahan terhadap penerangan. Dengan cara memantulkan, menguraikan dan menyebarkan cahaya dengan cara yang selalu berubah, ditambahkan gemerlap dan kemilau yang menarik.</p>
<p>Air terjun dapat disinari dari depan maupun dari belakang, tetapi untuk pancuran air tunggal, direkomendasikan untuk menggunakan spotlight dengan berkas sinar sempit dan dipasang sedemikian rupa sehingga sinarnya diproyeksikan melalui arus air.</p>
<p>Pastikan  tampak lebih baik bila menggunakan lampu reflector dengan sorotan medium atau lebar. Tempat lampu dapat dipasang pada dasar air mancur atau di pipa jetflow. Suatu sistem untuk mengkoordinasikan secara otomatis peredupan dan perubahan warna sinar dan pola pancaran air perlu dipertimbangkan dengan penambahan music dari tape maka terciptalah ballet air miniatur.</p>
<p>Tetapi untuk penerangan secara ini, diperlukan perlatan khusus yang kedap air, yang urainnya ada diluar jangkauan manual ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/06/penerangan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suasana Kemegahan Pencahayaan Abad demi Abad</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/06/suasana-kemegahan-pencahayaan-abad-demi-abad/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/06/suasana-kemegahan-pencahayaan-abad-demi-abad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 16:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[illumination]]></category>
		<category><![CDATA[pencahayaan]]></category>
		<category><![CDATA[uliminasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[PENGUKURAN CAHAYA TERHADAP CHANDELIER

Kristal mampu menembus batas antara cahaya lilin yang telah berabad – abad dan cahaya lampu. Cahaya Kristal saat ini adalah dasar kebudayaan interior.
Tak seorangpun mampu berkata berapa lama cahaya lilin bertahan. Ketujuh cabang tempat lilin dari kerajaan Salomo telah menjadi model bagi bangsa Romawi, Jahudi dan orang Kristen dan pengukuran cahaya abad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGUKURAN CAHAYA TERHADAP CHANDELIER<br />
</strong><br />
Kristal mampu menembus batas antara cahaya lilin yang telah berabad – abad dan cahaya lampu. Cahaya Kristal saat ini adalah dasar kebudayaan interior.</p>
<p>Tak seorangpun mampu berkata berapa lama cahaya lilin bertahan. Ketujuh cabang tempat lilin dari kerajaan Salomo telah menjadi model bagi bangsa Romawi, Jahudi dan orang Kristen dan pengukuran cahaya abad demi abad. Biasanya beberapa meter tingginya pohon cahaya ini merupakan cirri khusus dari jaman Romawi tahun 1000 – 1250. Pohon  ini bahan pokoknya terbuat dari tembaga atau campuran tembaga, sedangkan tembaga yang berwarna atau mas murni cenderung berada di instana – istana.</p>
<p><strong>BATU KRISTAL TERHADAP POTONGAN KRISTAL BUATAN MANUSIA<br />
</strong>Beraneka chandelier jamas Remaissance (1500 – 1650) memiliki pegangan ditengah – tengah kristalnya memotong seperti bentuk mutiara atau bola kaca yang memiliki lubang dan disusun dari satu hingga tiga urutan. Batu Kristal ditemukan dibumi. Kadang ada di gunung Alps, batu Kristal itu sekarang kebanyakan diperoleh di Brazil dan Madagaskar.</p>
<p>Orang – orang pada jaman Rococo dari tahun 1730 – 1770 mencintai cahaya dan kemegahannya menciptakan chandelier dalam jumlah dan variasi yang besar tidak diketahui. Selama jaman itu batu Kristal alami secara umum ditempatkan kembali oleh Kristal buatan manusia yang tidak transparan yang lebih berkilau dari bahan lain yang digunakan dalam dekorasi chandelier metal. Penemuan George Ravenscroft atas kaca dengan bahan yang bermutu tinggi dan penuh kejernihan dinyatakan sebagai kemajuan yang paling bearti atas produksi kaca jaman itu. Permintaan atas chandelier Kristal meningkat dan industry kaca mengalami kekuatan perekonomiannya yang pertama.</p>
<p>Chandelier Kristal keduanya merupakan contoh yang mewakili keahlian tangan expresi dasar dalam seni pendekorasian cahaya. Abad ke 14 kaca buatan Bohemian sudah menggunakan materi dasar seperti garam yang permukaannya putih. Akhir abad ke 16 mereka mampu menggeser kembali warna dalam gelas dengan cara menggunakan dioksida maganese, kemudian menghasilkan kaca yang betul – betul jernih. Sulit sebenarnya, permukaan yang sangat bersinar dan memiliki temperature pembekuan yang tinggi. Hal ini membuat kesulitan dalam tehnik pemotongan yang kemudian hanya diaplikasikan pada bau – bau yang bernilai karena keindahannya.</p>
<p>Awal abad ke 18 chandelier seluruhnya terbuat dari kaca yang dikembangkan pada alur chandelier Flenish di Inggris. Batangan metal inti dibungkus dengan bahan gelas berbentuk bulat, keras dan berlobang, lilin yang berlobang dan baki tetesan disatukan pada pegangan gelas berbentuk – S.</p>
<p>Di jamin Bohemia pengangan gelas chandelier melebihi model inggris. Tetapi tidak sama dengan Inggris, chandelier ini menonjolkan pendukung dari kerangka kayu. Setelah tahun 1730 chandelier jaman Bunda Maria Theresa berkembang dalam cirinya sendiri, susunannya cenderung lebih besar. Kerangka metal merupakan landasan seperti setrika dengan cetakan dari kaca dan menggabungkan tonjolan pada pergelangan gelas dan Kristal sejenis anting – anting. Vienne menjadi rumah klasik pada chandelier jaman Bunda Maria Theresa.</p>
<p>Bangsa – bangsa Nordic mengembangkan suatu gaya baru dengan komponen – komponen yang disesuaikan dengan mode dari pohon jarum dengan tangkai gelas dan menurun. Untaian tetesan air yang membeku dominan tergantung pada pergelangan dan bagian inti.</p>
<p>Tahun 1895 Daniel Swarovski menemui sebuah mesin untuk memperbanyak produksi Kristal potongan yang digunakan untuk industri lampu dan perhiasan. Antara tahun 1962 dan 1965 Swarovski menyempurnakan tehnologinya atas potongan dan pemolesan Kristal chandelier melibihi 30 % oksida timah dengan tingkat paling tinggi atas ketepatan pemotongan dan kejernihan.</p>
<p>Perdagangan atas merek dagang STARSS, Swarovski menawarkan Kristal – Kristal chandelier dalam 250 bentuk dan ukuran yang berbeda. Setiap Kristal chandelier mematuhi hokum Fisika untuk mengubah cahaya kedalam dimensi estetika baru, memberikan kebebasan dalam membiaskan seluruh permukaan. Kemudian beberapa bentuk umum tersedia dalam warna pink (Rosalin), biru (Medium Sapphire) dan hijau (Antique Green).</p>
<p>Dengan pameran yang luas, ahli arsitek atau interior memiliki kebebasan untuk selalu membuat keputusan yang sempurna dalam mencocokan gaya arsiteknya dan keinginan pribadi atas clientnya.</p>
<p>Designer modern dari Kristal chandelier terbuka terhadap pengaruh jaman. Dibawah ini adalah inti dari gaya yang paling penting yang mempengaruhi peradapan design jaman ini.</p>
<p>Gaya Oriental dapat digali kembali tahun 1150. Orang pada jaman ini membangkitkan kenangan atas bangsawan Arab dan memberikan kesan kekayaan yang tak dapat diukur.</p>
<p>Ciri – cirri pokok dari chandelier jaman Renaissance adalah konstruksi simetris, elemen – elemen yang berbentuk seperti puncak dan lengan yang terpotong.</p>
<p>Chandelier gaya Baroque dipengaruhi oleh begitu dalamnya makna dan kayanya jaman ini, di tinggikan oleh kemegahan dari Versailles selama kekuasaan Raja Prancis ‘Sun King’ (Raja Matahari) Louis XIV.</p>
<p>Chandelier Regency dalam rumah – rumah yang borjuis merefleksikan gaya ketenangan dan gaya yang mendalam maknanya. Dasar pinggiran mutiara dan susunan klasik memberikan kesan yang mendalam terhadap chandelier.</p>
<p>Beberapa dari rumah – rumah yang mewah di dunia ini oleh chandelier secara merata pada jaman Victoria.</p>
<p>Ciri – ciri dari Art Nouveau ditemukan untuk penggunaan bagian – bagian bunga pada Kristal chandelier.</p>
<p>Desain garis – garis, fungsional dan tehnik Bauhaus memiliki pengaruh yang kuat pada design chandelier aliran Modern.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/06/suasana-kemegahan-pencahayaan-abad-demi-abad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Lampu Darurat ke Lampu Dekoratif</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/06/dari-lampu-darurat-ke-lampu-dekoratif/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/06/dari-lampu-darurat-ke-lampu-dekoratif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 15:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[dekoratif]]></category>
		<category><![CDATA[tampu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ir. Handoyo
Sekarang ini di Indonesia terutama di kota – kota besar terdapat banyak perusahaan yang bergerak di bidang perlampuan yang salah satunya adalah Listrindo. Ide untuk mendirikan Listrindo mula – mula di dasarkan pada pengelaman masa lalu ketika pendirinya masih studi di salah satu perguruan tinggi terkenal di bandung. Pada waktu itu sering kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Ir. Handoyo</strong></p>
<p><strong></strong>Sekarang ini di Indonesia terutama di kota – kota besar terdapat banyak perusahaan yang bergerak di bidang perlampuan yang salah satunya adalah Listrindo. Ide untuk mendirikan Listrindo mula – mula di dasarkan pada pengelaman masa lalu ketika pendirinya masih studi di salah satu perguruan tinggi terkenal di bandung. Pada waktu itu sering kali lampu dari PLN mati di malam hari sehingga mengganggu kegiatan mahasiswa. Kemudian ia mendapat ide untuk membuat / merakit sendiri lampu darurat dari baterai yang dihubungkan / direlai ke listrik sehingga apabila lampu padam – lampu darurat tersebut akan menyala dengan sendirinya. Setelah menyelesaikan studi penulis yang juga adalah pendiri Listrindo kemudian melanjutkan ke terlibatannya pada lampu darurat dengan bergabung pada suatu perusahaan yang memproduksi lampu –</p>
<p>lampu darurat. Pada waktu itu pemasaran hasil produksi dilakukan sendiri ke berbagai kota di pulau jawa. Dengan keiinginan untuk dapat lebih berkembang, penulis kemudian melepaskan diri dari perusahaan tersebut dan mendirikan Listrindo yang pada mulanya hanya beberapa home industry dan sedikit memasarkan lampu – lampu dekorasi local atau inport.</p>
<p>Mengingat perusahaan ini harus dapat hidup dan bersaing dengan perusahaan sejenis penulis merasa perlu untuk memperluas wawasan untuk meningkatkan mutu citra perusahaan. Untuk itu dilakukan peminjaman ke berbagai perusahaan lampu di luar negeri (Eropa), demikian juga ke pameran – pameran lampu internasional. Di Belgian penulis mengunjungi perusahaan lampu yang kebetulan mengeksport produksinya ke Indonesia melalui Listrindo. Disana penulis mengamati dari dekat proses produksi sejak dari design produk, pengecatan, penyetelan serta pemasaran. Di Italy penulis berkesempatan mengunjungi dan melihat – lihat pabrik lampu Kristal Murano, dan di beberapa lagi di dekat Venesia yang bagaikan daerah pengrajin Kristal.</p>
<p>Pada tahun 1991 terdapat pameran lampu di hanover, Jerman yang merupakan pameran lampu yang besar yang menempati tiga gedung khusus. Pada pameran tersebut datang dari perusahaan lampu Eropa, Jepang, Taiwan, dsb. Pada waktu melihat pameran tersebut penulis merasa bahwa di bidang ini Indonesia harus masih bekerja keras mengejar ketinggalan dari Negara lain. Selain di bidang produksi, bidang pemasaranpun masih harus berbenah diri. Pada umumnya perusahaan besar di Eropa sudah memiliki kode etik untuk tidak menjatuhkan harga design, walaupun persaingan di antara mereka sangat ketat. Satu hal yang paling berharga di perusahaan itu adalah design. Begitu berharganya design ini sehingga banyak perusahaan yang hanya mengkhususkan diri di bidang kemajuan dunia perlampuan, Listrindo pun makin berkembang baik karyawannya mampun mesin – mesinnya. Selama lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia perlampuan perusahaan ini telah bekerja sama dalam bidang design interior, exterior, misalnya dengan HDII, konsultan interior seperti Hadiprana, AT6, Raka Utama, dan dengan perusahaan besar seperti Barito Group, BCA, Lippo, Total, dan dengan hotel berbintang di Bali seperti Horizon, Hilton, dll di bidang pertamuan perusahaan ini di percaya membuat lampu – lampu jalan protocol DKI seperti di bundaran HI, Thamrin, Lapangan Banteng, Kemayoran (PRJ). Selain itu juga lampu taman di real estate Bumi Serpong Damai, Taman Rempoa, Bougenville di puncak, dan di perumahan elite di Pondok Indah Golf, Simpruk dll. Tempat ibadah seperti Masjid Raya Pondok Indah, Gereja Salvator, Shopping centre Segitiga Senen, Asia Afrika di Bandung pun mendapat lampu – lampu dari Listrindo. Untuk memenuhi pesanan semakin banyak dan untuk mengembangkan design yang lebih baik, pada bulan juli 1992 penulis berkunjung ke Australia dan Amerika untuk melihat lampu – lampu yang digunakan di gedung – gedung , jalan – jalan, tempat hiburan dll. Hawai, Los Angeles, Hollywood dan San Fransisco, serta Las Vegas adalah kota – kota yang tak pernah gelap selama 24 jam. Dapat di banyangkan dari sore hingga pagi lampu &#8211;  lampu gemerlapan bagai siang hari, begitu mewah dan megah. Sebagian besar pertokoan di sana buka 24 jam dengan cahaya lampu beraneka warna terutama di hotel – hotel besar seperti Caesar Palace, dan Hilton, ruang kasino dan tempat hiburan malam. Di Mirage Hotel terdapat interior yang konon menggunakan tanaman pohon dari Bali. Tidak seperti barang kerajinan, baju dll. Lampu – lampu dari Indonesia hampir tak dapat dikenal / dijumpai di sini ataupun Negara lain. Mudah – mudahan beberapa tahun lagi akan banyak produksi lampu Indonesia yang dipakai Negara – Negara besar seperti : Amerika, Australia dan Eropa. Berdasarkan hasil kunjungan tersebut dapat di pelajari bahwa lampu – lampu yang dipasarkan di negara besar kebanyakan produksi Italia. Jerman, Jepang dan Taiwan dengan harga yang relative terjangkau oleh kantong mereka. Lampu buatan Taiwan telah tersebar di dunia perdagangan termasuk Indonesia. Di negara tersebut penulis dapat melihat dari dekat cara mereka memproduksi lampu yang kebanyakan home industry kecil – kecil sehingga harga dapat ditekan menjadi sangat rendah dengan kualitas yang tidak begitu baik. Ketika barang tersebut di eksport ke negara lain banyak komponen yang lepas / hilang / tertinggal yang mungkin di sengaja untuk tujuan tertentu demi kepentingan perusahaan. Berbicara mengenai kualitas produk, di Indonesia pun penyelesain akhir masih kurang sempurna. Ini mungkin disebabkan oleh tidak terpenuhi waktu pemrosesan produk sesuai ketentuan sehingga mengerjakan barang – barang / produk terkesan terburu – buru dan kwalitas pun tidak dapat bersaing dengan produk import. Apabila produsen menyadari kekurangan akan ketetapan waktu dan kwalitas maka produk Indonesia dapat bersaing dengan produk import. Para produsen Indonesia perlu menjalin kerja sama yang baik antara sesamanya sehingga mereka akan saling dapat melengkapi kekurangan sehingga sanggup berhadapan dengan produksi import yang harganya relatif mahal. Lampu – lampu dekorasi memerlukan design khusus, terutama dalam housing (rumah lampu)nya. Untuk menciptakan lampu dengan housing yang unik (khas Indonesia) kita bisa mempelajari ornament dari Bali, Yogya, dan daerah lain di Indonesia. Ornament – ornament tersebut dapat dijadikan besar dan dikembankan untuk mendesign rumah lampu. Indonesia banyak memiliki tenaga terampil sehingga yang dibutuhkan hanyalah penyelesain akhir, bentuk yang menarik (sesuai selera yang disukai masyarakat), dan ketetapan waktu dalam memenuhi pesanan. Apabila hal tersebut di atas telah dicapai maka produk local pun tidak akan kalah dengan produk import, dan dengan sendirinya akan mendapat kepercayaan dari pemilik gedung.  Dengan demikian kita akan bangga menghiasi kota, bangunan, jalan dan taman dengan lampu – lampu buatan dalam negeri yang eksekutif. Jadi dengan bentuk / housing yang berornamen menarik, akan menambah indah dan astir dimana lampu itu di pasang sehingga selain fungsional juga extetis. Walaupun kita saat ini telah mulai melangkah kepembangunan yang makin pesat, dunia perlampuan Indonesia pun akan maju lagi dengan di langsungkannya pameran Ilumindo ’93</p>
<p>GAMBAR</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/06/dari-lampu-darurat-ke-lampu-dekoratif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Duka</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/05/seminar-lampu-sorot-bangunan-lingkungan-guna-menunjang-keindahan-kota/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/05/seminar-lampu-sorot-bangunan-lingkungan-guna-menunjang-keindahan-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 04:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Telah berpulang dengan tenang, Ny. John Rorimpandey, Istri Bp. John Rorimpandey, Minggu, 6 Desember 2009, Jenasah akan disemayamkan di Rumah Duka RS Darmais blok D-E
Semoga almarhumah diterima disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketenangan dan keiklasan, Amin
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah berpulang dengan tenang, Ny. John Rorimpandey, Istri Bp. John Rorimpandey, Minggu, 6 Desember 2009, Jenasah akan disemayamkan di Rumah Duka RS Darmais blok D-E<br />
Semoga almarhumah diterima disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketenangan dan keiklasan, Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/05/seminar-lampu-sorot-bangunan-lingkungan-guna-menunjang-keindahan-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cahaya dan Kehidupan</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/04/cahaya-dan-kehidupan/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/04/cahaya-dan-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 01:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[iluminasi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[sinar]]></category>
		<category><![CDATA[telaga]]></category>
		<category><![CDATA[warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[
Cahaya merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan manusia sudahlah jelas merupakan pengetahuan umum. Bahkan juga tidaklah berlebihan sekiranya dikatakan, bahwa cahaya/sinar adalah suatu faktor yang menentukan dalam kehidupan semesta.
Cahaya atau sinar tidak hanya untuk menerangi sesuatu, tanpa cahaya/sinar maka kehidupan itu tidak dapat berlangsung dengan sempurna atau bahkan bisa menjadi gagal hidupnya.
Tumbuhan memerlukan lindungan dari cahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-10" style="margin-left: 9px; margin-right: 9px; float: left;" title="cahaya-kehidupan-large" src="http://iluminasi.org/wp-content/uploads/2008/04/cahaya-kehidupan-large-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></p>
<p>Cahaya merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan manusia sudahlah jelas merupakan pengetahuan umum. Bahkan juga tidaklah berlebihan sekiranya dikatakan, bahwa cahaya/sinar adalah suatu faktor yang menentukan dalam kehidupan semesta.</p>
<p>Cahaya atau sinar tidak hanya untuk menerangi sesuatu, tanpa cahaya/sinar maka kehidupan itu tidak dapat berlangsung dengan sempurna atau bahkan bisa menjadi gagal hidupnya.</p>
<p>Tumbuhan memerlukan lindungan dari cahaya yang berlebihan, namun tetap saja membutuhkan cahaya langsung atau tidak langsung, dikatakan tidak langsung misalnya tumbuh-tumbuhan atau digua-gua membutuhkan adanya sinar atau cahaya meskipun tidak dalam ukuran besar atau luas.</p>
<p>Sinar alami dari matahari dapat dibiarkan menjadi warna pelangi yang beraneka warna adanya. Di daerah Puncak Jawa Barat terdapat suatu telaga kecil, terletak dipingir sebelah kiri jalan dari jurusan Jakarta-Puncak. Danau mungil itu disebutnya &#8220;Telaga-Warna&#8221;. Pada tahun 60-an dapat dilihat, disaksikan sendiri keadaan suasana di Telaga tersebut. Tidak sedikit pelancong menyempatkan mampir menyaksikan di tempat tersebut. Pada siang hari dalam cuaca cerah dan pada saat jam tertentu terlihat ada pantulan cahaya pada permukaan air telaga tersebut yang berwarna warni; sebentar tampak bening-jernih putih keperakan, sebentar kuning keemasan, sebentar tak lagi jernih berkilau kehijauan, kebiruan, kemerahan dan sebagiannya seperti cahaya berlian. Mungkin semua itu ditimbulkan oleh spektrum sinar Matahari yang diurai jatuh kepermukaan air telaga yang terletak di alam sekitarnya, dimana kerindangan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan dengan posisi bermacam-macam pula membawa pengaruh pada pantulan dari permukaan air. Dan semua itu mencerminkan keadaan disekelilingnya tersebut berupa cahaya yang berubah-ubah sangat indah dan menarik.</p>
<p>Dari uraian itu jelas bahwa cahaya memiliki kekuatan atau peran ganda yaitu menghidupi dan menerangi sesuatu kehidupan. Dan tepat sekali adanya istilah atau sebutan &#8220;Cahaya dan Kehidupan&#8221; sebab tanpa adanya cahaya tidaklah ada kehidupan.</p>
<p>Pengaruh dari bermacam-macam warna/corak cahaya daoat menimbulkan bermacam-macam warna dan corak cahaya dapat menimbulkan bermacam pula dalam proses kehidupan, seperti hal nya terhadap tanaman dan sebagainya. Selain itu, corak serta warna cahaya tersebut juga bisa membuat perasaan menjadi tenang, nyaman, betah, rindu, romantis, gembira, semangat dan lain sebagainya. Cahaya terdapat unsur-unsur seni tergantung bagaimana kita bisa memanfaatka, mengatur dan menciptakan cahaya menjadi suasana sesuai dengan maksud dan harapannya.</p>
<p>Demikian, maka sungguh penting adanya suatu ide atau gagasan membuat STUDI KHUSUS untuk dapa lebih mendalami serta memahami hal ikhwal cahaya untuk bisa berpartisipasi dalam era pembangunan dewasa ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/04/cahaya-dan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cahaya Buatan pada Hortikultura</title>
		<link>http://iluminasi.org/2008/04/cahaya-buatan-pada-hortikultura/</link>
		<comments>http://iluminasi.org/2008/04/cahaya-buatan-pada-hortikultura/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[buatan]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[holtikultura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iluminasi.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Sampai sekarang kelangkaan cahaya alami selama musim hujan/dingin diterima dengan pasrah oleh petani. Suatu alasan yang mungkin secara paradok adalah kenyataan bahwa cahaya hanyalah faktor pertumbuhan yang tidak dibayar petani. Tetapi bila sesuatu tidak dibayar tidak berarti orang bisa bekerja tanpa cahaya. Walaupun petani cendrung berkonsentrasi pada faktor pertumbuhan lain, seperti temperatur yang cocok, kelembaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-12" style="margin: 9px; float: left;" title="Gbr.1 - Proses Metabolisme Tanaman dan Photosintesa. Metabolisme terjadi sepanjang siang dan malam hari, tetapi yang terpenting adalah meningkatkan pertumbuhan tanaman pada malam hari. Pada Umumnya photosintesa tidak cukup mendapat cahaya pada malam hari" src="http://iluminasi.org/wp-content/uploads/2008/04/hortikultura1-large-241x300.jpg" alt="" width="241" height="300" /><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Sampai sekarang kelangkaan cahaya alami selama musim hujan/dingin diterima dengan pasrah oleh petani. Suatu alasan yang mungkin secara paradok adalah kenyataan bahwa cahaya hanyalah faktor pertumbuhan yang tidak dibayar petani. Tetapi bila sesuatu tidak dibayar tidak berarti orang bisa bekerja tanpa cahaya. Walaupun petani cendrung berkonsentrasi pada faktor pertumbuhan lain, seperti temperatur yang cocok, kelembaban jumlah pupuk yang benar untuk mengimbangi kekurangan cahaya. Hal ini merupakan cara yang biasa dilakukan untuk bercocok tanam walaupun hasilnya tidak mengembirakan karena kekurangan cahaya.</p>
<p>Pengetahuan akan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan hasilnya telah meningkatkan baru-baru ini. Sementara perkembangan jenis-jenis lampu baru, teknik penanaman baru, menyebabkan cahaya buatan berperan untuk pencahayaan tanaman secara murah. Ini memudahkan petani komersil, tidak hanya meningkatkan produksi tanaman tetapi juga dalam memproduksi tanaman untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai waktu yang diinginkan.</p>
<p>Dalam hal Holtikultura mengalami suatu perkembangan yang revolusioner. Ini ditandai dengan peningkatan produktifitas, efisiensi dengan menggunakan metode pengolahan yang canggih dan medin yang canggih mencakup pengontrolan lingkungan secara komputer dan lain-lain.</p>
<p>Suatu kontrol lingkungan tidak bisa dicapai dengan hanya bersandar pada cahaya alami yang tersedia. Sekarang ini cahaya buatan menjadi suatu yang penting dalam meningkatkan perkembangan dimasa depan. Tujuan penulisan ini memberikan suatu gambaran umum tentang;</p>
<ol>
<li>Proses fotobiologi yang berlangsung pada tanaman</li>
<li>Metode pencahayaan buatan yang dipercaya untuk bercocok tanam</li>
<li>Peralatan pencahayaan yang bisa menyediakan untuk peningkatan atau mengontrol proses pertumbuhan yang beragam</li>
<li>Instalasi peralatan irradiasi praktis</li>
</ol>
<p>Dengan demikian banyak variable pada species tanaman, tujuan, jenis lampu dan jenis radiasi serta intensitas radiasi membutuhkan panjang irradiasi harian dan prioritas irradiasi yang paling efektif. Maka jelas banyak informasi yang perlu di pertimbangkan jika diinginkan hasil yang terbaik. Untuk ini pengetahuandan pengalaman adalah penting.</p>
<p>Bertahun-tahun penelitian telah memberikan sumbangan pada pengetahuan riset yang intensif.</p>
<p><strong>1. Cahaya dan Kehidupan</strong></p>
<p>Salah satu ciri dari organisme hidup adalah tumbuhan ukurannya bertambah, baik berat ataupun jumlahnya. Didalam pertumbuhannya mereka memerlukan panduan dari unsur-unsur bar dalam zat organik yang rumit juga membutuhkan suatu proses energi. Pada hampir semua organisme hidup. berbeda dari tumbuhan energi didapat dengan menghabiskan susunan organik terutama gula dan lemak yang bersama dengan oksigen membentuk C02 dan air. Proses ini diikuti dengan melepaskan sejumlah energi. Metabolisme zat itu tergantung kepada persediaan yang memadai dari susunan organik dan oksigen.</p>
<p>Kedua tersedia pada tanaman hijau, karena disanalah proses sebaliknya berlangsung, yaitu susunan organik dan oksigen dibentuk dari CO2 dan air. Proses inilah yang dinamakan fotosintesa, membutuhkan cahaya sebagai sumber energi. Semua kehidupan diatas bumi pada akhirnya tergantung atas fotosintesa secara langsung seperti pada kasus tanaman hijau, secara tak langsung seperti dalam kasus manusia dan kehidupan binatang yang mana mereka mengambil zat-zat yang dibentuk oleh tumbuhan.</p>
<p>Segala tanaman dan produksi pangan merupakan kepentingan utama untuk kelangsungan hidup, banyak sekali riset diadakan untuk meningkatkan pertanian dan perkebunan. Selain cahaya juga faktor lain seperti suhu, kelembaban, telah lama diketahui sebagai salah satu faktor penting didalam pertumbuhan tanaman, tetapi pada riset pertanian dipusatkan pada subjek pencahayaan tanaman dengan cahaya buatan.</p>
<p><strong>2. Apa dan bagaimana Cahaya</strong></p>
<p>Berbagai sumber radiasi elektromagnetik, baik matahari atau sebuah radiator buatan, memancarkan sejumlah energi yang dihasilkan dari getaran elegtromagnetik. Radiasi ini dapat dianggap sebagai gerakan gelombang yang mempunyai kecepatan tetap dan panjang gelombang yang bervariasi. Radiasi dari sumber-sumber tersebut biasanya terdiri dari banyak gelombang yang berbeda.</p>
<p>Jenis radiasi dapat diatur dalam panjang gelombang menjadi apa yang disebut spektrum elektromagnetik tidak semua panjang gelombang menghasilkan sebuah kesan cahaya pada mata manusia, hanya yang dipancarkan diantara 380 nm s.d 780 dan bagian yang tampak dari spektrum inilah yangdisebut cahaya tampak. Dalam spektrum yang dilihat panjang gelombang dari radiasi menentukan warna cahaya;</p>
<p>Violet pada panjang gelombang 400 nm<br />
Biru/Hijau pada panjang gelombang 500 nm<br />
Kuning pada panjang gelombang 600 nm<br />
Merah pada panjang gelombang 700 nm</p>
<p>Banyak sumber cahaya memancarkan tidak hanya cahaya yang dapat dilihat, tetapi juga radiasi dalam panjang gelombang yang berdekatan dari 300 nm s.d 2500 nm.</p>
<p>Panjang gelombang yang berbeda mempunyai muatan energi yang berbeda, ini dapat diterangkan dengan kenyataan bahwa cahaya dapat dianggap tidak hanya sebagai gerakan gelombang, tetapi bergantung kepada fenomena yang telah diselidiki juga sebagai arus partikel yang disebut photon, bergerak dari sumber cahaya. Setiap photon mempunyai muatan energi yang berhubungan dengan panjang gelombang, namun muatan akan bertambah sementara panjang gelombang menjadi lebih pendek. Maka dari itu photon dari cahaya biru mempunyai muatan energi lebih besar dari cahaya merah.</p>
<p><strong>3. Cahaya dan Pertumbuhan Tanaman</strong></p>
<p>Tiga hal penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman;</p>
<ol>
<li>Photosintesa</li>
<li>Photomorphogenesa</li>
<li>Photoperiodisme</li>
</ol>
<p>Tiga hal tersebut diubah menjadi energi kimia yang perlu untuk bersintesanya bagian-bagian organik dari sebuah tanaman yang sedang dibentuk adalah hal terpenting yang sesungguhnya untuk pertumbuhan tanaman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iluminasi.org/2008/04/cahaya-buatan-pada-hortikultura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
